TKI Malaysia Asal Lombok Kritis di RSUD Batam. Dia Sebatang Kara dan tak Punya Biaya


Batamtalk.blogspot.com-BATAM/Jumat (28/10/2016). - Seorang warga bernama Sabri (32) sedang kritis di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF), Batuaji, Batam, Jumat
Sedihnya, pasien asal Desa Aik Dewa Selatan, Kecamatan Pringga Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu tidak memiliki sanak keluarga di Batam dan tidak punya biaya berobat.
Informasi yang dihimpun Tribun Batam, Sabri diantar ke RSUD EF oleh teman satu kampungnya Azhar.
"Awalnya Sabri hanya mengalami panas deman, saya bawa ke Rumah sakit Elisabeth Batam Centre. Saat sampai disana, Sabri diperiksa, katanya penyakitnya sudah parah. Mereka mengarahkan saya ke RSUD saja, karena kawan saya itu harus secepatnya ditangani. Kalau di Elisabeth biayanya tinggi,"kata Azhar, Jumat siang.
Azhar menuturkan, dia membawa Sabri ke RSUD EF pada Kamis (17/10/2016) dan tiba di sana sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kami tiba di RSUD EF sekitar pukul 14.00WIB, Sabri langsung ditangani, tetapi sekarang kondisinya semakin memburuk,''kata Azhar.
Ia menceritakan, Sabri baru sampai di Batam, dan tidak memiliki keluarga.
"Awalnya kami satu kerja di Malaysia, sampai disana, dia mengalami panas makanya pulang ke Batam. Sampai di Batam kondisinya semakin menurun. Saya bingung biayanya tidak ada,"kata Azhar.
Di Malaysia, dirinya sama Sabri bekerja sebagai tukang kebun.
"Tetapi karena dia sakit kami dipulangkan majikan. Sempat juga kami periksa di Malaysia, tetapi katanya hanya sakit biasa, dimana kawan saya kurang darah,"katanya.
Sabri tidak memiliki BPJS. "Saya bingung nanti biayanya seperti apa,"kata Azhar.
Sementara di tempat terpisah Dokter Cristawaty menuturkan kondisi pasien atas nama Sabri memang perlu penangan secara intensif.
"Seharusnya pasien ini sudah harus masuk ruang ICU, karena kondisinya sangat memprihatinkan,"kata dr.Cris.
Cris juga menjelaskan sampai saat ini belum ada persetujuan dari keluarga untuk dilaksanakan tindakan.
"Kita sudah kasih tahu kepada teman yang mengantar pasien, tetapi sampai saat ini belum ada persetujuan dari temannya yang mengantar,''kata Cris. (*)

1 Response to "TKI Malaysia Asal Lombok Kritis di RSUD Batam. Dia Sebatang Kara dan tak Punya Biaya"

  1. Sangat memperihatinkan, mudahan di mudahkan jalan dan cepat sembuh amin3x ya rabbal alamin

    ReplyDelete