Akhirnya meninggal dunia "TKI Malaysia Asal Lombok Kritis di RSUD Batam. Dia Sebatang Kara dan tak Punya Biaya"



Innalillahi wainnailaihirooji'uun
TKI Malaysia yang kritis di RSUD Embung Fatimah Batam akhirnya berpulang kerahmatulloh.
SBMI Batam membantu penyelesaian administrasi dan melakukan pendampingan sampai proses pemulangan jenazah hari ini jam 09:00 Wib. Pihak keluarga yang sudah bisa dihubungi oleh Pihak RS meminta agar jenazah almarhum segera dipulangkan ke Lombok Timur, daerah asal TKI tsb.
Almarhum meninggal hari senen, 31 Oktober sekitar pukul 18:30 wib.
Menurut perkiraan pihak RSUD kemungkinan ada cairan dikepala Sabri sehingga harus dilakukan City Scan guna mengetahui secara pasti penyakit yang diderita TKI tsb. Namun sayang dengan alasan tidak ada biaya pihak pendamping Sabri menolak utk dilakukan tindakan City Scan oleh dokter.
#Catatan SBMI Batam.


sebagai mana diposting Batamtalk.blogspot.com-BATAM/Jumat (28/10/2016). - Seorang warga bernama Sabri (32) sedang kritis di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF), Batuaji, Batam, Jumat
Sedihnya, pasien asal Desa Aik Dewa Selatan, Kecamatan Pringga Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu tidak memiliki sanak keluarga di Batam dan tidak punya biaya berobat.
Informasi yang dihimpun Tribun Batam, Sabri diantar ke RSUD EF oleh teman satu kampungnya Azhar.
"Awalnya Sabri hanya mengalami panas deman, saya bawa ke Rumah sakit Elisabeth Batam Centre. Saat sampai disana, Sabri diperiksa, katanya penyakitnya sudah parah. Mereka mengarahkan saya ke RSUD saja, karena kawan saya itu harus secepatnya ditangani. Kalau di Elisabeth biayanya tinggi,"kata Azhar, Jumat siang.
Azhar menuturkan, dia membawa Sabri ke RSUD EF pada Kamis (17/10/2016) dan tiba di sana sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kami tiba di RSUD EF sekitar pukul 14.00WIB, Sabri langsung ditangani, tetapi sekarang kondisinya semakin memburuk,''kata Azhar.
Ia menceritakan, Sabri baru sampai di Batam, dan tidak memiliki keluarga.
"Awalnya kami satu kerja di Malaysia, sampai disana, dia mengalami panas makanya pulang ke Batam. Sampai di Batam kondisinya semakin menurun. Saya bingung biayanya tidak ada,"kata Azhar.
Di Malaysia, dirinya sama Sabri bekerja sebagai tukang kebun.
"Tetapi karena dia sakit kami dipulangkan majikan. Sempat juga kami periksa di Malaysia, tetapi katanya hanya sakit biasa, dimana kawan saya kurang darah,"katanya.
Sabri tidak memiliki BPJS. "Saya bingung nanti biayanya seperti apa,"kata Azhar.
Sementara di tempat terpisah Dokter Cristawaty menuturkan kondisi pasien atas nama Sabri memang perlu penangan secara intensif.
"Seharusnya pasien ini sudah harus masuk ruang ICU, karena kondisinya sangat memprihatinkan,"kata dr.Cris.
Cris juga menjelaskan sampai saat ini belum ada persetujuan dari keluarga untuk dilaksanakan tindakan.
"Kita sudah kasih tahu kepada teman yang mengantar pasien, tetapi sampai saat ini belum ada persetujuan dari temannya yang mengantar,''kata Cris. (*)

1 Response to "Akhirnya meninggal dunia "TKI Malaysia Asal Lombok Kritis di RSUD Batam. Dia Sebatang Kara dan tak Punya Biaya""

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua,SAYA IBU SUKMA Sengaja ingin menulis
    sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
    kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
    Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
    500 JT saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
    melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
    dengan AKI SAKTI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 HARI
    saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI sakti
    kata BELIAU pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
    penarikan uang gaib 2Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
    dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 2M yang saya
    minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
    buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
    Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
    sering menyarankan untuk menghubungi Aki Sakti DI NOMOR 085_242_421_477
    agar di berikan arahan. jika ingin seperti saya coba hubungi Aki Sakti pasti akan di bantu Oleh Beliau

    ReplyDelete